honeyf: (:|)
[personal profile] honeyf
Disclaimer: The Walking Dead bukan milik saya, camkan itu! /dor

Title: Judul Tidak Tahu APA INI?!!! Ceritanya Pun Tidak Jelas PLAK
Author:
honeyf
Rate: T
Language: Bahasa Indonesia
Words: 873
Genre: General(?)
Theme: Valentine’s Day
Characters: Daryl, Rick
Note&Warning:
Sepertinya OOC, entahlah; ketidakjelasan, hanya ingin mencoba menuliskan apa yang ada di kepala saya. Sayang, udah banyak khayalan saya –yang rata-rata gaje sebenarnya— tidak terabadikan jadi tulisan nyata, yang akhirnya hilang, dan lupa begitu saja.

Oke, met membaca aja~




Meskipun dunia tak lagi hidup sebagaimana seperti biasanya, tanda-tanda hilangnya kehidupan manusia yang tergantikan oleh para walker, namun bagi mereka –manusia yang masih hidup dan berusaha akan tetap hidup, mungkin—menghitung hari bukanlah hal yang terlalu penting. Akan tetapi, untuk satu hari ini saja, ya, hari ini, yang sudah mendunia dikenal sebagai hari kasih sayang. Sekalinya bagi mereka, sebelum mereka menemui ajal mereka masing-masing, siapa yang menyangka jika besok atau sebentar lagi, beberapa menit, bahkan detik, lagi mereka diserang para walker dan mati atau mirisnya, menjadi salah satu bagian para walker. Ya, tidak ada yang tahu itu dengan jelas, tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya, masa nanti, yang ditahu mereka adalah hanya tetap waspada dan menjaga keadaan dengan baik saat ini.

Kembali ke satu hari ini, mereka pun tak menghindari datangnya hari ini. Khususnya bagi mereka kaum hawa, jelas mereka mempersiapkan apa saja yang diperlukan sesuai tradisi dan kesukaannya masing-masing. Salah satu yang paling umum adalah para wanita memberikan sebuah cokelat kepada para lelaki, khususnya lagi pada yang dikasihinya. Yah, itu pada umumnya, bunga juga bisa, atau hal lainnya, yang akhirnya bermaksud sama untuk menyampaikan dalamnya rasa kasih sayang mereka.

Namun, kali ini ada sedikit yang berbeda, Daryl, yang selama ini, mungkin, tidak pernah berada di suasana seperti ini. Hanya merasa sedikit risih saat ia tahu bahwa ia harus mendapatkan beberapa cokelat dan bunga. Carol, wanita pertama untuk hari ini, entah jika ini pertama untuk hidupnya juga, memberikan sebuah cokelat dan bunga Cherokee Rose. Tidaklah heran, bagi Carol, Daryl adalah seseorang –satu-satunya, mungkin— yang benar-benar membuatnya merasa ‘hidup’ setelah kehilangan buah hatinya, Sophia. Mungkin, hubungan mereka sama halnya dengan Dale dan Andrea.

Selain Carol, ia juga mendapat cokelat dari Andrea dan Lori, yang sudah jelas tanpa ada perasaan yang terlalu khusus, karena sama dengan cokelat-cokelat yang mereka bagikan pada kaum adam lainnya.

Terakhir, Glenn. Ia sempat heran dengan cokelat –yang saat ini sedang ia perhatikan. Kenapa Glenn memberikan cokelat kepadanya? Apa dia benar-benar seorang banci? Gay? Kata-kata yang seharusnya tak layak itu muncul di pikirannya. Awalnya ia memang berpikir begitu, namun kemudian sepertinya ia sedikit mengerti akan maksudnya. Hanya saja, ia masih tetap merasa risih dengan hal-hal yang menyangkut perasaan seperti ini.

Kini ia tengah berada di dalam hutan yang tidak jauh dari perkemahan kelompoknya. Duduk di batang pohon besar yang tergeletak tak hidup di tanah basah penuh semak, dengan maksud mengistirahatkan diri sementara. Baru saja ia memakan habis cokelat dari Carol, guna untuk mengisi perutnya.

“Kresek,” bunyi berisik tiba-tiba terdengar. Dengan nalurinya, dia langsung mengacungkan crossbow-nya ke arah kanannya, yang diduga asal muasal bunyi berisik tersebut.

Tepat, bunyi itu memang berasal dari sana, terlihat dari semak-semak lebat dan juga tinggi saling bergerak, menggesekkan dedaunannya. “Ini aku, Daryl,” wujud Rick muncul dari dalam semak. “Bisakah kau turunkan crossbow-mu?”

Well, bukan karena pintaan dari sang sheriff, ia memang akan menurunkan crossbow-nya. Dan kemudian, ia kembali duduk di batang besar tempatnya tadi, tidak terlalu peduli dengan kehadiran Rick.

“Sedang apa kau di sini?”

“Hanya makan.”

Rick melihat beberapa bungkusan di samping Daryl, salah satunya mirip –atau memang sama— dengan bungkusan cokelat yang ia dapatkan dari Andrea. “Oh, kau dapat cokelat juga?” Rick pun mengambil tempat duduk di sebelah Daryl, tepatnya setelah membersihkan sampah bungkusan itu. “Ah, sorry, bukan maksud—“

It’s okay,” potong Daryl.

Demikian, Rick merasa bersalah dengan perkataannya barusan. Ia tidak bermaksud menyinggung seperti itu, hanya saja ia sepertinya lupa dengan siapa lawan bicaranya itu. Suasana pun menjadi hening. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara , tidak ada juga yang melakukan suatu interaksi. Keduanya hanya bergulat dengan pikiran dan tindakannya masing-masing. Daryl, masih sama menatap sisa cokelat yang ada, yaitu cokelat dari Glenn. Dan, Rick, hanya diam sambil melihat-lihat keadaan sekitar, yang akhirnya ia mengalihkan perhatiannya ke Daryl.

“Ada apa dengan cokelat itu?” tanya Rick, merasa ada sesuatu yang salah dari cokelat yang sedari tadi menjadi perhatian Daryl. Ya, hanya sedikit penasaran.

Diam, Daryl tidak langsung menjawabnya. Dan, itu semakin membuat Rick sedikit bersalah lagi akan perkataannya.

Nothing,” jawabnya kemudian, sembari mengangkat wajahnya, berpaling dari cokelat yang di tangannya ke pandangan lurus di depannya, melihat tanpa fokus. “Tidak ada apa-apa,” lanjutnya, kemudian diam kembali.

Kali ini, Rick hanya berusaha untuk tidak menyakiti perasaan Daryl, dengan tidak bertanya macam-macam lagi, meski ingin. “Baiklah, apa setelah ini kau akan berburu lagi?”

Yeah,” jawab Daryl langsung.

Rick kembali berkutat dengan pikirannya, yang mana ia ingin menawarkan dirinya, atau meminta Daryl untuk bisa menemaninya. Namun, ia tahu siapa Daryl. “Oke, aku akan kembali ke camp, kuharap kau segera kembali sebelum langit gelap.”

“Hm,” balas Daryl. Dan saat itu juga Rick bangun dari duduknya, lalu meninggalkan Daryl.

Wait.”

“Yeah,” seru Rick, berbalik ke arah Daryl yang ternyata sudah berada di dekatnya.

Here,” Daryl mengarahkan sebuah cokelat yang selama tadi sempat menjadi perhatiannya, cokelat Glenn, kepada Rick. “For ya, ‘m full.”

Sedetik lebih, Rick diam dan mengangkat alisnya, heran. Namun, akhirnya Rick mengambil cokelat tersebut dari tangan Daryl. “Okay, thanks,” hanya itu, Rick tak perlu dengan perkataan lainnya yang sempat ia pikirkan.

Saat itu juga, Daryl berbalik pergi meninggalkan Rick –yang belum ingin mengangkat kakinya dari tempatnya, sebelum memastikan wujud Daryl lenyap ditutupi oleh semak-semak. Dipastikan sosok Daryl telah hilang dari sana, Rick pun akhirnya meninggalkan tempat itu dengan senyuman tipis di bibirnya.


End.



Post di sini dulu, sebelum post di ffn atau di ao3, soalnya masih ragu-ragu, judulnya aja belum ada. ==a
Maaf kalau ga jelas, seperti yang di note&warning sebelumnya kalau ada ketidakjelasan di sini.
Saya serahkan pada pembaca apa maunya, kalau saya sih, pastinya ya gitu... *nunjuk2 tag* /dor
Makasih, kalau misalnya ada yg membaca ini di sini... (kayaknya ga bakal ada)

Profile

honeyf: (Default)
Hanif honeyf

February 2012

S M T W T F S
   1234
5678910 11
1213 14 15161718
19202122232425
26272829   

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Sep. 26th, 2017 02:33 pm
Powered by Dreamwidth Studios